BABEL.PUSARAN.ONLINE-Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui TP-PKK Kepulauan Babel memperkuat peran generasi muda dalam melestarikan “Nganggung”, agar tradisi dan kearifan lokal daerah itu tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat yang moderen.
“Di era moderen ini, tradisi Nganggung ini masih memiliki tempat penting di masyarakat,” kata Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Babel, Noni Hidayat Arsani saat menghadiri Festival Nganggung 1.000 dulang di Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan Festival Nganggung bertemakan 1.000 dulang dan 1.000 pintu dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah di Masjid Raya Tua Tunu Kota Pangkalpinang, merupakan tradisi masyarakat Melayu di Pulau Bangka dan Belitung membawa makanan dan buah-buahan di dalam dulang ditutupi tudung saji untuk disantap bersama-sama di masjid.
“Di sini antara pemerintah dengan masyarakat berbaur, bersilaturahim dan mengikhtiarkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan acara seperti ini terus kita laksanakan, semakin banyak, semakin ramai,” ucapnya.
Menurut dia Nganggung ini merupakan momen tradisi yang telah menjadi identitas masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk bertemu, bersilaturahim dan membangun kebersamaan.
“Nganggung ini menjadi ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk berbaur, bersilaturahmi dan bersama-sama mengikhtiarkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi yang hadir mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan bahwa Nganggung merupakan salah satu cerminan jati diri masyarakat, yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi dan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Saya mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk terus menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan yang mampu mempererat persatuan sekaligus menjadi modal dalam pembangunan daerah, karena tradisi ini merupakan cerminan jati diri masyarakat Bangka Belitung yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahim dan rasa syukur kepada Allah SWT,” katanya.
Ketua Lembaga Adat Melayu Tua Tunu, Zulkipli mengatakan Nganggung merupakan simbol kebersamaan yang tidak mengenal batas sosial, ekonomi, usia maupun gender.
“Nganggung adalah simbol dari persatuan dan kesatuan di antara kita. Dengan nganggung inilah kita dapat bersama-sama duduk di sini, makan makanan yang beranekaragam,” ujar Zulkipli.
Ia mengingatkan, agar tradisi Nganggung tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Adat istiadat dan budaya lokal inilah yang harus kita lestarikan di Kota Pangkalpinang,” katanya.(***)











